TERANG DIARY

Sudah hampir sebulan Aku tidak bisa tidur diawal malam. Sejak kawanku ada yang berubah. Sebenarnya mereka tidak pernah berubah. Entah kenapa Aku sangat menyesal menerima bantuan mereka. Akan aku ceritakan secara singkat.

Aku sangat mencintainya. Aku sudah berjanji untuk segera melamarnya. Gadis yang tiba-tiba muncul dalam hidupku. Semburat keceriaan yang menerangi kehidupanku yang mulai kelabu. Namun aku hanya memiliki dua pilihan saat itu. Kuliah atau Kerja. Kuliah namun tidak punya uang untuk menjalaninya. Tidak punya uang untuk sekedar nge-print. Tidak punya uang untuk sekedar bensin ke perpustakaan dan mengambil data. Apalagi untuk bayar biaya SPP dan SKS.

Baca entri selengkapnya »

Dari Momentum Ke Momentum

Dalam pikiranku, sangat mudah sekali dilakukan dan dilaksanakan seperti membaca satu lembar Al-Qur’an sesudah sholat, melaksanakan sohlat dhuha empat rakaat, sholat awwabin enam rakaat, menjaga wudhu, infaq Rp 2000 sebelum jam sembilan, bahkan datang 5 menit ke masjid sebelum adzan berkumandang. Tapi setelah hari ini berakhir kok rasanya mustahil.
Yang penting memang mengatur jadwal untuk sholat wajib. Sambil menyempurnakan sholat (wudhu, bacaan, gerakan, khusyu’ dan tuma’ninahnya). Hidup hanya menunggu waktu sholat, diantara shubuh dan dzuhur ada dhuha. Setiap datang ke masjid tidak lupa sholah lailatul masjid. Tidak melupakan sholat rawatib. Diantara maghrib dan isya’ ada sholat sunnah awwabin. Ketika akan tidur ada witir. Setelah bangun tidur ada tahajud, dan menjelang shubuh ada sholat fajar.

Menjaga wudhu dan banyak-banyak berdzikir. Menyempatkan waktu untuk tilawah setelah sholat fardu, dan meluangkan waktu untuk membaca lima juz diantara sholat maghrib dan isya’. Sehingga sehari tidaklah mustahil mengkhatamkan satu juz. Satu hari menghafalkan satu ayat. Berpuasa setiap senin dan kamis. Bersedekah setiap pagi sebelum beraktifitas. Menjaga wudhu. Rasanya semuanya mudah dalam pikiranku. Aku membayangkan bahwa setiap hari aku melakukannya tanpa beban, otomatis, dan khusyu’.

Yang terjadi, ketika adzan datang bahkan sudah ada peringatan 5 sd 15 menit, tetep aja berangkat kalau sudah iqomah. Wudhu batal tidak segera wudhu lagi. Datang waktu dhuha, memilih nanti-nanti sampai habis waktunya. Karena datang telat dan jadwal nyelepek, sholat rawatib bablas dan jarang. Dan sebagainya.

Mungkin masalahnya hanya secara mental dan psikologis saja. Perlu adanya tekad dan motivasi untuk tetap dalam mood yang baik. Selain itu secara teknis perlu dibuatkan sebuah jadwal, sehingga waktu untuk melaksanakannya memang ada. Mungkin memang tidak bisa serta merta berubah, tapi kebiasaan itu bisa jatuh dan hilang dalam sehari ataupun beberapa jam dan momentum. Jadi memang perlu pengingat.

Sebuah Langkah Segudang Aksi

Mulai hari ini, saya mulai melangkah. Mulai fokus, mulai prioritas. Walaupun ada gangguan, banyak. Contohnya, hari ini ada teman yang mau pinjam buku bahasa iysarat dan harus mengantarkan topi. Kalau dulu, dua agenda itu bisa gagal semua. Tapi sekarang enggak mikir. Jadi ambil salah satu tugas berdasarkan prioritasnya, harus diantar yang mana? Terus kerjakan sampai tuntas. Entah seharusnya saya mengerjakan yang lain, tapi yang ini harus tuntas lebih dahulu. Alhamdulillah, pagi nganter topi pesenan dahulu terus baru nganter buku yang rumahnya ada di Turi. Nah selesai semua tugasnya.

Yang males banget tuh ngasih pakan burung. Kok bisa-bisanya males banget. Ya karena hujan, sampai sore hujan 😀

Akhirnya, enggak semua tugas dikerjakan dengan prinsip diatas. Yang penting coba dulu. Seperti sore tadi, ngasih maem burung pukul 16.30 tapi bener-bener mulai pukul 17.00. Habis itu baru ke kelas bahasa isyarat. Yang udah bubar.
Belum bisa Prioritas bener-bener sih, sok jadinya ya begini. Baru belajar fokus.

Ngomong Sama Diri Sendiri

Jujur, kesiksa banget. Bangun tidur inget dia, mau tidur inget dia, (tapi udah enggak pernah ngimpi tentang dia lagi) buka sosmed kepo dia. Sebut saja namanya Embun. Akhir-akhir ini gue sadar, emang semua ini salah gue. Gue sendiri yang minta gue jadi begini. Pernah gue berdoa biar kita jadi saling menjauh. Pernah gue berdoa agar Alloh pupusin rasa terlarang ini di hati gue dan hati dia. Kalau akhirnya jadi begini, ya wajar dong, gue sendiri yang minta.

Lo (embun) udah enggak ada rasa ma gue, gue nyoba akrab lo (embun) cuek. Entah apa bener Lo (embun) sekarang ma yang laen? Ya semua itu emang gue pernah minta seperti itu. Tapi kalau malah nyari pelampiasan kasih sayang ma yang lain gue enggak pernah berdoa dan ngarepin (embun ) yang kayak begitu.

Terserah mau orang bilang gue ikhwan penebar jaring. Awalnya gue menyangkal, gue enggak merasa menebar jaring orang ikannya datang sendiri. Tapi kan kenapa lo tangkap ikan punya orang? Bukan jatah lo ngapain lo embat. Sekarang Lo merasa ditikung, LAH!? itu kan belum tentu jodoh Lo, berarti lo nikung jodoh orang dong? Nah! Sejak saat itu gue sadar.

Emang sih, dia udah pernah janji nunggu gue. Lulus kuliah terus kerja, terus lamar Embun. Tapi kalau pada menjalaninya dia susah, apa gue bahagia nyiksa Embun? Daripada mikir dan ngurusin yang enggak pasti, mending tenaga serta pikiran gue fokusin selesaikan tuh skripsi. Sambil lamar kerja sana sini juga boleh, toh sekarang juga enggak ada uang saku buat hidup sehari-hari.

Kalau ditanya masih ada rasa, ya masih. Orang dulu keceplosan pernah berjanji enggak akan pergi meninggalkannya. Tapi gue kan yang ditinggal? Ya itu salah gue sendiri, embun pengen gue enggak pergi tapi kalau dia pergi kan enggak ada kausul dan kesepakatannya. Ya wajar dong kalau dia pergi. Terus tentang janjinya bakala nunggu, ah entahlah, mungkin embun dah pinter masalah seperti ini sehingga cowok macam aku ini kemungkinan tidak mengerti ada pasal perjanjian yang bisa membatalkan janjinya tersebut. Gue ngertinya mau lulus di UGM atau yang lain yang penting sarjana terus kerja. Ealah, ternyata harus UGM dan sesegera mungkin. Ya udah! Sekarang udah perpanjangan, segera selesaikan.

____

Fokus Ya! Dan Prioritas

Sekarang Aku sedang menata hidupku. Banyak program mulai dari latihan fisik, baca buku, sampai teknik pengelolaan waktu dan jadwal yang aku jalani. Hari ini pun seperti hari-hari kemarin, programnya amburegul semua! Ya paling enggak jadinya enggak bagus, setengah-setengah, enggak sesuai, dan mengecewakan. Dan, ditengah perasaan kecewa dan males yang berkecamuk gue tiba-tiba sadar. Aku mulai paham apa itu enggak fokus. Aku sedang berusaha agar semua pekerjaanku selesai dan tuntas hari ini.

Hari sebelumnya sudah dijadwal, mau ngapai-ngapain, jam segini ngapain, jam segini ngerjain ini itu. Sayangnya malah enggak ada yang beres. Akhirnya daripada kagak beres semuanya, ya udah ambil satu job dan selesaikan sampai tuntas. Dan jadi loh. Maka aku berpikir, emang kayaknya cara gue salah ya dari kemaren? Okedeh, maka dari itu semua manajemen pekerjaan direformasi. Yang dulu di mampatkan, sekarang diregangkan. Jadi kalau dulu banyak pekerjaan dalam sehari, malah enggak ada yang beres, sekarang satu pekerjaan dulu sampai beres nanti baru nambah kerjaan lain.

Bismillah. Sebenarnya banyak yang mau aku curhatin, tapi kayaknya segitu dulu deh. Bye Kepoers! Terima Kasih sudah kepo blog yang bergalau ria ini.

Blog ini terlalu banyak cerita dan kenangan buruk di dalamnya. Sehingga aku terlalu malu dan tidak nyaman untuk menulis disini. Jadi aku membuat blog lain seperti Blog Terang, Terang Sharing Story, dan Terang Timeline. Jadi bagi yang miss update tentang my life, coba cek disalah satu blog diatas.

Blog Terang berisi update yang isinya sudah benar-benar difilter dari kegalauan, walaupun akhirnya enggak bisa lepas dari kegalauan. Blog Terang juga mandeg karena saking enggak ada yang lepas dari kegalauan. Blog Terang pada awalnya juga diupdate setiap hari terus suatu malam yang sangat capek aku sudah tidak sanggup menepati komitmen dan berakhir begitu saja. Aku sepertinya punya masalah serius dalam hal ini atau mungkin terlalu seriusan. Santai aja mungkin dalam update harian.

Terang Sharing Story juga isinya pengennya hal-hal postif yang bisa aku bagikan ke temen-temen. Aku yang terlalu sibuk dan perfect akhirnya juga kesulitan dalam mengupdate blog ini. Kalau Blog Terang filternya 50%, mungkin TSS filternya bisa 90%, sehingga mungkin bisa jalan kalau aku sudah 90% enggak galau lagi hidupnya. Mungkin perlu buat satu blog lagi, namanya TerangGalau. Hehehe. Supaya bisa update setiap hari.

Terang Time Line, bermula dari ide untuk bisa 4 kali update setiap hari dimana setiap updatenya bisa ditambahkan secara fleksibel. Blog ini juga mangkrak karena alasan fasilitas yang terbatas. Bisa sebenarnya update setiap saat, tapi kadang enggak ada gadget atau enggak ada wifi gratisan. Kedua penyebab mangkrak karena terkadang dalam sehari isinya cuma tidur. Yo wes, penyakit perfeksionisnya kumat, udah deh besok-besok juga males update karena mising sesi.

Pengen sih bisa update setiap hari, tapi enggak setiap hari tuh menarik untuk dishare. Pengen kayak Raditya Dika yang update setiap hari tapi kayaknya belum bisa. Update kali ini cuman nglemesin tangan setelah beberapa hari ini sibuk dan enggak sempet meluangkan waktu untuk kontemplasi.

Aku hanyalah makhluk biasa. Namun menuntut sempurna. Sampai pada akhirnya aku tak sanggup memenuhi tuntutan tersebut. Memilih berhenti. Memilih untuk memikirkan kekecewaan dibandingkan terus bergerak maju. Memilih memaki-maki diri sendiri dan diam dalam kegelapan. Namun, kalaupun aku tidak bisa berlari aku masih bisa berjalan. Walaupun pelan akan aku lakukan, walaupun pelan tetap akan aku titi, setiap kehidupanku. Hanya tujuan yang sekarang harus aku pastikan, atau aku hanya akan berjalan berputar-putar.”

Yogyakarta, 16 Januari 2015

Kalau baca and liat blog-blogku yang sebelum-sebelumnya, isinya emang galau banget. Dan gue pikir-pikir lagi emang kadang kelihatan kalau gue punya masalah dan membuat gue depresi gitu. “Ini orang kok kayaknya semacam sinting gitu”, sambil marah-marah sendiri setelah membaca blog gue, Yaa mungkin dia jadi ikutan galau.. Terus udah deh. Jadi gue menyimpulkan kalau mereka kagak bakalan balik baca blog gue lagi.

Anehnya tiap hari enggak kurang, sekitar 7 view selalu ada di laporan pengunjung. Berarti kan paling enggak ada 1 orang yang selalu balik kesini, mungkin orang-orang yang berkunjung berbeda-beda. Dan membaca sekitar 7 blog gue setiap hari.

Nah, yang membuat gue sadar. Walaupun cuma isinya galau enggak jelas, tetep aja ada yang suka baca.

Baca entri selengkapnya »

Setelah amanahku selesai beberapa bulan yang lalu (Februari), sebenarnya aku ingin mengambil masa jeda untuk istirahat. Mengambil masa jeda adalah kesempatan buat setan untuk masuk dan mengacak-acak yang bisa diacak-acak. Aku menyadari, masa istirahat adalah masa dimana aku lebih banyak maksiat seperti membuang-buang waktu hanya untuk bersenang-senang.

Walaupun sebenarnya enggak jeda-jeda amat sih. Setelah jadi ketua CDMS aku jadi CM Inspire. Di CDMS waktu itu masih mbantuin di humas.

Baca entri selengkapnya »

Aku bangun pagi hari ini dengan perasaan gelo (kecewa bin kehilangan). Karena aku belum juga bisa bangun shubuh. Aku kesiangan lagi. Tadi malam aku sudah berusaha untuk segera tidur sekitar pukul 23.00 namun sayangnya aku enggak bisa tidur sampai pukul 2.00 dini hari.

Cuaca Jogja hari ini sangatlah panas, enggak tahu nih musti gimana, minum es sakit, minum yang anget-anget tambah panas. Sebenarnya sebelum tidurpun aku udah mandi dulu, lalu minum es. Tapi teteap aja enggak bisa tidur.

Hari ahad kemarin menjadi perenungan (yang lagi dan lagi) luar biasa. Kenapa, karena aku merasa sedikit ada kemajuan dalam bidang mental dan mindsetku. Aku mulai bisa mengendalikan penggunaan internet yang adiktif dan bisa berproduktif. Walaupun pada tahapan disiplin masih ada yang kurang.

Dimulai dari cek list awal hari !!! Ayo menata semangat, jangan cuma membarakannya.

%d blogger menyukai ini: